18 UMKM Ikut Sukseskan Program Makan Gratis Bagi Lansia

Salah satu UMKM yang bekerjasama dengan Dinsos Sidoarjo sudah mulai bekerja mendistribusikan makanan gratis ke rumah lansia. Program makan gratis itu merupakan salah satu program Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor), Minggu (11/9/2022). (foto : istimewa/wartanusa.com)

SIDOARJO – Sebanyak 18 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo ikut mensukseskan program makan gratis. Salah satu program Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor itu ke-18 UMKM melayani 730 lansia makan gratis berjalan lancar.

Dari 18 UMKM, satu UMKM dijatah menyediakan makanan dan mendistribusikannya ditiap kecamatan ada yang 30 lansia atau ada yang lebih. Pendistribusiannya dikirim langsung ke rumah-rumah lansia sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Para lansia mendapat jatah 2 kali sehar makan gratis.

Gus Muhdlor demikian sapaan akrab Bupati Sidoarjo itu mempunyai program tersebut guna meningkatkan perekonomian warga untuk ekonomi kecil dan menengah. Tujuan lain, memberikan bimbingan kepada UMKM yang berkomitmen meningkatkan ekonomi kreatif yang bekerja secara profesional saat hubungan kerjasama dengan Pemkab Sidoarjo.  

“UMKM yang bekerjasama dengan Pemkab Sidoarjo mempunyai persyaratan yang ada. Yakni izin usaha, kualitas produk yang standart dan mekanismenya diatur dalam kerjasama e katalog,”beber Gus Muhdlor, Minggu (11/9/2022).

Gus Muhdlor menambahkan, bahwa kerjasama UMKM dan Pemkab akan dimonitor dan dievaluasi 10 hari sekali oleh Dinas Sosial (Dinsos). Tujuannya untuk menjaga mutu dan gizi makan. Jika hasil evaluasi baik, maka kerjasama akan dilanjut. Dan sebaliknya, jika mutu dan kualitasnya jelek, kerjasama akan diputus.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo, Misbahul Munir, untuk mekanisme pengadaan menggunakan e purchasing (e-katalog) Jatim Bejo yang mengakomodir UMKM (pengembangan UMKM dan gerakan penggunaan produk dalam negeri). PPKom Dinas Sosial membuat kerjasama, berkontrak dengan penyedia melalui e katalog. Kerjasama ini dilakukan setiap 10 hari sekali. Sehingga dapat dievaluasi setiap 10 hari.

“Apakah nanti dapat diperpanjang kontraknya atau diganti dengan penyedia lainnya, nanti bisa dilihat sesuai hasil evaluasi kinerjanya,”pungkasnya. (dar)

Editor : Ariyanti Lady Sakinata/Redaktur Pelaksana