Diduga Cemari Udara, Pengusaha Tebu Akan Dilaporkan Ke Polisi

Berwarna cokelat, tetes tebu yang meresahkan warga Wonokasian, Kecamatan Wonoayu.

SIDOARJO – Pengusaha perkebunan tebu Dusun Kersan Desa Wonokasian, H. Slamet akan dilaporkan ke polisi. Sebab, pupuk tetes yang digunakan memupuk tebunya baunya tak sedap seperti bau tai busuk. Warga pun resah dan mengadukan ke Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) DPC PDI Perjuangan dan LSM AMPK Sidoarjo.

Menurut Sekretaris BBHAR DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, HM. Daryanto mengatakan sesuai dengan pengaduan warga Wonokasian, pengusaha tebu H. Slamet mantan Kepala Desa (Kades) Wilayut, Kecamatan Sukodono pada akhir bulan Agustus 2022 melakukan pemupukan lahan tebunya sekitar 16 hektar dengan tetes. Sekitar tanggal 29 Agustus 2022, pupuk tetes di gelontorkan ke area perkebunan tebu di Dusun Kersan, Desa Wonokasian.

Menurut warga, pupuk tetes itu saat disemprotkan ke perkebunan tebu baunya menyengat hingga mengganggu pernapasan warga setempat. Warga ada yang melihat orang suruhan H. Slamet saat memupuk dengan tetes menggunakan truk tangki. Ada sekitar 7 tangki yang disiramkan.

“Hingga saat ini baunya masih menyengat ke hidung bila terkena hempasan angin. Karena baunya seperti tai busuk, warga sempat mengusir orang suruhan H. Slamet saat melakukan penyiraman tetes ke tanaman tebu di sawah Dusun Kersan, Wonokasian,”jelas Sekretaris BBHAR DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, HM. Daryanto.

Pengaduan serupa juga diterima oleh Ketua LSM AMPK Sidoarjo, Solik. Ia pun langsung melakukan klarifikasi kepada H. Slamet. Menurut Solik, dari hasil klarifikasinya kepada H. Slamet, bahwa keterangan dia kurang terbuka. Ia menyampaikan bahwa pemupukan tetes hanya satu unit truk tangki. Yang dua truk tangki dihentikan karena diprotes warga baunya tidak enak.

“Keterangan ke saya, tetes pupuk tebu dipesan dari Rahmat warga Wonokasian. Namun tak menyebut tetes dari mana,”ujar Solik.

Sedangkan keterangan ke HM. Daryanto, ia menyebut pesan dari Rahmat warga Dusun Kramat, Wonokasian. Sedangkan saat ditelusuri, Rahmat warga Kramat itu pekerjaannya mencari barang bekas.

H. Slamet berkilah bila pesanan pupuk tetesnya gak biasa bau seperti itu. Ia mengatakan baunya biasanya wangi dan manis seperti gula. Atas keresahan warga ini, warga berencana melaporkan H. Slamet ke polisi atas dugaan pencemaran udara/polusi udara yang menyebabkan sesak napas mengganggu warga.

Sekretaris BBHAR DPC PDI Perjuangan, HM. Daryanto dan Ketua LSM AMPK Sidoarjo, Solik siap mendampingi warga Wonokasian yang akan melaporkan polusi udara dari tetes untuk pupuk tebu itu. Tim warga sudah mengambil contoh tetes pupuk tebu yang sudah di semprotkan ke tanaman tebu hingga membuat saluran air sawah warnanya cokelat. Contoh tetes itu terlebih dahulu di uji ke Lab (Laboratorium) apakah ada kandungan limbah B3 nya atau tidak. (dar)

 Editor : Ariyanti Lady Sakinata,SH/Redaktur Pelaksana