Jika Gagal, Wabup Minta CV Citra Deka Kontraktor Proyek Jembatan Senilai Rp 1,9 M di Black List

Wabup Sidoarjo, H. Subandi, SH memberikan peringatan kepada Zainul pelaksana proyek CV Citra Deka jangan sampai gagal menyelesaikan proyek. Sebelahnya, HM. Nizar, SH anggota Komisi C turut sidak bersama Wabup agar proyek jembatan penghubung Kraton, Krian – Kemangsen, Balongbendo selesai tepat waktu, Kamis (22/9/2022).

SIDOARJO – Proyek pembangunan jembatan penghubung Sidomukti, Desa Kraton, Krian dengan Desa Kemangsen, Balongbendo di sidak Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, H. Subandi, SH, Kamis (22/9/2022). Proyek senilai Rp 1,958 miliar yang dimenangkan CV Citra Deka berkantor di Jalan Hayam Wuruk No. 296 Semanding, Tuban ini dinilai lamban dan terancam black list.

Pasalnya, menurut Abah Subandi, proyek sudah dikerjakan 4 bulan. Namun progresnya hanya sekitar 20 persen. Sedangkan kontrak pengerjaannya 8 bulan atau harus selesai sekitar November. “Kami sudah mengingatkan pelaksana proyek agar pengerjaannya jangan sampai gagal. Dan harus dikebut, bila perlu ditambah tenaga pekerjanya. Ini merupakan satu-satunya proyek lamban di era Bupati Gus Muhdlor dan Wakil Bupatinya saya. Kami berharap kontraktor mbeling-mbeling (nakal-nakal) seperti ini tidak diberi proyek lagi,”tegas Abah Subandi.

Jika sesuai batas kontrak CV Citra Deka tidak mampu menyelesaikan pembangunan jembatan Kraton Krian – Kemangsen Balongbendo, Wabup minta CV tersebut di black list. Sehingga dengan sendirinya pemborong dengan bendera itu tidak dapat pekerjaan lagi di Pemkab Sidoarjo. Karena tidak bisa melakukan penawaran lelang proyek.

Saat sidak, Abah Subandi yang juga selaku Ketua DPC PKB Sidoarjo itu didampingi oleh anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, HM. Nizar, SH, Camat Krian, Fauzi dan Kepala Desa (Kades) Kraton, Mashudi. Abah Subandi berpesan agar semua pihak ikut perpartisipasi dalam melakukan pengawasan pembangunan proyek di Sidoarjo.

Di sela-sela sidak, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, HM. Nizar, menilai pesimis jika CV Citra Deka bendera asal Tuban itu mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan perjanjian kontrak pengerjaan yang sudah ditetapkan. Alumnus Unair Surabaya itu meminta Pemkab Sidoarjo memblack list kontraktor nakal seperti ini.

“Melihat kondisi seperti ini, saya pesimis kalau kontraktor tersebut bisa menuntaskan pekerjaannya tepat waktu. Bila terbukti tidak selesai, di black list saja. Agar bendera CV Citra Deka tidak bisa mengikuti lelang lagi tahun depan,”pinta HM. Nizar, SH.

Sedangkan Zainul pelaksana dari CV Citra Deka optimis selesai. Ia berdalih lambannya pengerjaan proyek akibat penanaman tiang pancang yang menggunakan alat berat. Kendala lain, arus air sungai yang deras sehingga kesulitan membendungnya.  (dar)

Editor : Ariyanti Lady Sakinata, SH/Redaktur Pelaksana