Kantor Sekdes Simo Angin-Angin Di Obok-Obok Maling, Anehnya Yang Dicuri Hanya 2 Surat Tanah

Anggota Polsek Wonoayu saat olah TKP diruang kerja Sekdes Simo Angin-Angin, Moch Soeb, Kamis (14/4/2022.

SIDOARJO – WARTANUSA.COM
Kantor Balai Desa Simo Angin-Angin, Kecamatan Wonoayu disatroni maling, Kamis (14/4/2022). Diperkirakan maling beraksi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Maling tersebut obok-obok ruang kantor Sekretaris Desa (Sekdes), Moch Soeb.

Anehnya, maling tersebut masuk ke ruang carik dengan susah payah lewat jendela berukuran 50 x 50 cm itu yang dicuri hanya surat-surat tanah. Padahal, untuk menerobos jendela terlebih dahulu harus mencopot tralis besi dengan menggunakan obeng dan palu.

“Ketinggian jendela sekitar 4 meter belakang kantor saya itu sawah. Dugaan saya maling itu bawa tangga,”kata Sekdes Simo Angin-Angin, Moch Soeb kepada wartanusa.com.

Sedangkan obeng dan palu milik maling tersebut kata Moch Soeb, tertinggal di kusen jendela. “Alat itu disita petugas Polsek Wonoayu yang melakukan Olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) diruang kerja saya. Karena aksi pencurian ini sudah saya laporkan ke Kantor Polsek Wonoayu,”jelas Moch Soeb.

Ulah maling ini sempat menjadi kecurigaan Moch Soeb ada orang yang mau sabotase dengannya. Sebab yang diambil oleh maling tersebut hanya 1 Sertifikat milik Soeharto warga Driyo, Gresik obyek tanahnya di RT 03 RW O1 Dusun Simo dan surat jual beli tanah milik Nanang Suprawako warga Juanda obyek tanahnya di RT 02 RW 01 Dusun Simo.

“Kami merasa tidak enak atas kehilangan surat tanah ini dengan pemiliknya. Namun kejadian ini sudah saya laporkan ke BPN Sidoarjo. Dan pihak BPN menyarankan bisa di urus dengan menyertakan laporan kehilangan ke Polisi,”ungkapnya.

Kejadian pencurian baru diketahui sendiri oleh Moch Soeb sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Dirumah firasat Moch Soeb merasa tidak enak. Ia pun bergegas berangkat ke kantor balai desa. Biasanya berangkat agak siang karena bulan Ramadhan untuk pelayanan agak sepi. Setibanya di kantor, ketika membuka pintu ruang kerjanya melihat jendela yang berada di atas meja kerjanya terlalis besi sudah terbuka.

“Saat saya periksa, hanya 2 surat tanah yang hilang. Sedangkan diruang kerja saya itu ada komputer, printer dan televisi yang harganya lumayan mahal. Ini kan aneh, masyak ada yang mau coba – coba sabotase saya,”beber Moch Soeb dengan kesal.

Kantor balai desanya memang dijaga seorang tukang kebun bernama Siamin. Namun karena usia Siamin yang sudah cukup usia, Moch Soeb memakluminya. Sedangkan di kantor balai desa di pasang 4 kamera CCTV.  Diruang kerjanya memang tidak di pasang CCTV. Sehingga jejak maling pun bebas beraksi.

“Saat 4 kamera CCTV saya lihat pelaku tidak terekam. Sepertinya pelaku sangat kenal dengan situasi kantor balai desa,”pungkasnya. (dar/red)