Panitia Pilkades Candi Negoro Tetapkan 2.698 DPT

Dua calon kepala desa Candi Negoro foto bareng dengan Panitia Pilkades dan Forkopimka Wonoayu, Minggu (22/11/2020). (foto : ed/wartanusa.com)

SIDOARJO – Jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan pada 20 Desember Tahun 2020. Panitia Pilkades Candi Negoro Kecamatan Wonoayu menggelar rapat Pleno terbuka untuk penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kegiatan dilaksanakan di ruang aula Desa Candi Negoro, Minggu (22/11/2020).

Hadir dalam acara rapat pleno tersebut, Forkopimka Kecamatan Wonoayu, Calon Kepala Desa, BPD, LPMD, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat setempat.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Candi Negoro, Bunyani menyampaikan, DPT yang akan ditetapkan sudah tidak bisa dirubah kecuali ada pemilih yang meninggal atau tidak memenuhi persyaratan. Oleh karena itu DPT yang berjumlah 2.698 ini ditetapkan bersifat final.

“DPT yang ditetapkan ini akan menjadi dasar untuk pencetakan kartu suara dan kebutuhan logistik pemilihan,”jelas Bunyani.

Pj. Kepala Desa Candi Negoro, Supriyadi mengatakan, pemilihan Kepala Desa ini tidak diartikan sebagai pesta yang tanpa aturan. Pilkades merupakan pesta demokrasi yang mementingkan ketertiban umum. “Kepada para pendukung. Semoga dengan terlaksananya Pilkades Desa Candi Negoro menimbulkan situasi aman dan kondusif,”harap Supriyadi.

Plt. Camat Wonoayu, H Gundari, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya menjelaskan, semua pihak termasuk calon kepala desa untuk memeriksa DPT yang akan ditetapkan agar tidak terjadi masalah. Seperti belum tercantumnya pemilih atau pemilih yang ganda. Panitia pelaksana Pilkades harus mempersiapkan segala sesuatu mengantisipasi pemilih yang tidak bisa hadir di TPS.

“Tetapi memiliki hak pilih dan berkeinginan menggunakan haknya tetapi terkendala kesehatan dan fisik seperti yang sedang sakit atau berada dirumah sakit dan sebagainya,”ujar H Gundari.

Panitia harus memfasilitasi agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya. “Kepada seluruh calon kepala desa dan pendukungnya saya mengharapkan pemilihan kepala desa ini tidak menyisakan masalah di kemudian hari,”tutur H Gundari.

Pendukung, maupun tim pemenangan diharapkan mengedepankan ketertiban, jangan melakukan sesuatu yang kemudian menimbulkan masalah pasca pemilihan kepala desa, baik masalah sosial maupun masalah hukum. (ed/dar)