Pemdes Jimbaran Kulon Beri Pembekalan Tim Pendataan SDGs

Pj Kades Jimbaran Kulon, Latif Sugiarto dan Camat Wonoayu, H Gundari, S.Sos, M.Si saat memberikan pembekalan tim pendataan SDGs, di Hotel Arayana, Trawas, Sabtu (1/5/2021).

SIDOARJO – Menindaklanjuti program pembanguan berbasis SDGs Desa sebagai amanat UU No. 06 Tahun 2014 Tentang Desa. SDGs (Suistanable Development Goals) Desa merupakan pembumian SDGs (global) dengan menambahkan poin kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. Seperti yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu, Sabtu malam (1/5/2021).

Acara tersebut digelar di Aula Hotel Arayana dan Resort, Trawas ini dihadiri Camat Wonoayu, Bhabinsa Desa, Bhabinkamtibmas Desa, BPD, LPMD, Pendamping Desa, RT, RW, Kader PKK Desa.

Pembekalan  ini perlu dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan pendataan SDGs yang hingga saat ini belum dimulai pendataan di lapangan.

Pj Kepala Desa(Pj Kades) Jimbaran Kulon, Latif Sugiarto menyampaikan, SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, Desa ekonomi tumbuh merata, Desa peduli kesehatan, Desa peduli lingkungan, Desa peduli pendidikan, Desa ramah perempuan, Desa berjejaring, dan Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Sementara itu Plt Camat Wonoayu, H Gundari, S Sos, Msi mengatakan, merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut.

Tim pendataan SDGs Desa Jimbaran Kulon saat menerima pembekalan dari pemerintah desa.

Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat dan sejahtera, Pendidikan desa berkualitas, Desa berkesetaraan gender, Desa layak air bersih dan sanitasi, Desa yang berenergi bersih dan terbarukan, Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, Inovasi dan infrastruktur desa, Desa tanpa kesenjangan, Kawasan pemukiman desa berkelanjutan, Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, Ekosistem laut desa, Ekosistem daratan desa, Desa damai dan berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.
 
Koirudin Abdillah selaku pendamping desa menyampaikan teknis bagaimana supaya pendataan  biar cepat, benar dan tegas. Oleh karena itu, enumerator  selain mendata di lapangan juga harus mengisi quisioner melalui aplikasi yang telah disediakan oleh Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( PDTT) sehingga akan mempercepat pendataan.

Bahwa untuk entri pendataan bersifat offline, akan tetapi pada saat upload harus ada koneksi internet. Enumerator harus benar-benar memastikan hand phone (hp) yang akan digunakan, data tidak dapat dilihat di hp lain karena tidak ada sinkronisasi, tetapi apabila menghendaki hp lain, enumerator harus memastikan data sudah terupload semua. Dalam peng’inputan data untuk terlebih dahulu disimpan untuk pengamanan data.

Khoirudin Abdillah menjelaskan, cara pengisian quisioner mulai dari level desa, rukun tetangga, kepala keluarga dan individu. Dalam penyampaiannya bahwa dalam peng’inputan data agar berpedoman pada kartu keluarga ( KK) yang sudah disiapkan oleh pemerintah desa di masing masing RT. Dalam pembekalan ini, tiap-tiap poin yang ada dalam quisioner dilakukan pembahasan, supaya saat melakukan pendataan di lapangan, enumerator tidak kesulitan dalam pengisiannya. (ed/dar)