Pemdes Jimbaran Wetan Bentuk Pokja Pendataan SDGs Berbasis Konseptual dan Substansial

Plt Camat Wonoayu, H Gundari, S.Sos, M.Si dan Sekdes Jimbaran Wetan, Danar Ayu Riestyantie Effendy saat memimpin pembentukan Pokja SDGs.

SIDOARJO – Pemerintah Desa (Pemdes) Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Senin malam (3/5/2021) melaksanakan sosialisasi program baru dari Pemerintah Pusat. Yakni program SDGs untuk Pemerintah Desa. SDGs merupakan program pendataan yang membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Relawan yang bertujuan memberikan penguatan baik konseptual maupun substansial kepada Pemerintah Desa.

Perlu diketahui, SDGs Desa merupakan role model pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2021. Sementara itu, hadir dalam acara tersebut, Camat Wonoayu, Bhabinsa Desa, Bhabinkamtibmas Desa, BPD, LPMD, Pendamping Desa, RT, RW, Kader PKK Desa, dan warga setempat.

Pembentukan Pokja SDGs Desa Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Seketaris Desa (Sekdes) Jimbaran Wetan, Danar Ayu Ristyantie Effendy yang mewakili kepala desa. Dalam sambutanya menyampaikan, tujuan SDGs Desa sebagai implementasi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Jadi arah kebijakan pembangunan desa sesuai dengan kondisi objektif keadaan desa.

“Ini adalah pembekalan untuk pendataan akhir dari program pemerintah yakni Menteri Desa adalah SGDs Tahun 2021,”tegas Sekdes Jimbaran Wetan, Danar Ayu Ristyantie Effendy.

Program tersebut untuk mengisi data SGDs desa membangun. Dengan tujuan supaya data masyarakat itu benar-benar sesuai dengan keadaan desa, baik itu dari data kependudukan, sosial, budaya dan ekonomi. Intinya dengan data-data ini menjadi tolak ukuran demi kesejahteraan kita kedepan.


Plt Camat Wonoayu, H. Gundari, S. Sos, M.Si menyampaikan, pengembangan SDGs Desa sesuai dengan PP No. 59 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dalam hal ini SDGs Desa merupakan pembangunan total atas desa, yang aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

“Upaya pencapaian SDGs Desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah,”kata H Gundari.

Karena itu penggunaan Dana Desa Tahun 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 SDGs Desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa.

H Gundari menambahkan, adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasi dan kondisi pada saat ini, antara lain ; desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat sejahtera, keterlibatan perempuan desa, desa berenergi bersih dan terbarukan, pertumbuhan ekonomi desa merata, konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, desa damai berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa dan kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Pembentukan Pokja SDGs Desa Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (3/5/2021).

Koordinator Pendamping SDGs Desa Kecamatan Wonoayu, Iras Sudarta menyampaikan, merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu: desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa, desa damai dan berkeadilan, kemitraan untuk pembangunan desa, kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Iras Sudarta menjelaskan, SDGs ini memenuhi kebutuhan akan detil pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi riil dan diterjemahkan sampai level desa menjadi SDGs Desa. Karenanya mendata dari desa, dusun, keluarga dan individu adalah satu-satunya kesempatan untuk memutakhirkan data mikro dengan maksud dan tujuan untuk mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data.

“Diharapkan nantinya Tim Relawan Pendataan SDGs Desa dapat melaksanakan alur tahapan pendataan berbasis Data Desa, Dusun, Kepala Keluarga dan Individu secara maksimal agar didapatkan data yang akurat sebagai dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan prioritas dan berkelanjutan,”ujar Iras Sudarta.

Pengolahan dan analisis data dilakukan secara elektronik oleh Sistem Informasi Desa yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Hasil pengolahan dan data SDGs Desa dapat dilihat oleh pemerintah desa secara detil, dan rekapnya dapat dilihat oleh pemerintah daerah pada level kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi, serta masyarakat pada umumnya.(ed/dar)