Pemdes Karangpuri Sosialisasi SDGs dan Bentuk RPJMDes Tahun 2021

Penetapan dan pembekalan Pokja SDGs di gedung serbaguna Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

SIDOARJO – Pemerintahan Desa (Pemdes) Karangpuri, Kecamatan Wonoayu menggelar sosialisasi pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) SDGs Desa dan sosialisasi RPJMDes Tahun 2021. Kegiatan itu dilaksanakan di pendopo balai desa setempat Selasa malam (27/04/2021).

Hadir dalam acara tersebut, Camat Wonoayu, Bhabinsa Desa, Bhabinkamtibmas Desa, BPD, LPMD, Pendamping Desa, RT, RW, dan warga desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Karangpuri, Reni Susilowati menyampaikan, ia berharap tim Pokja dalam melaksanakan pendataan nantinya dapat secara maksimal. Dan proses dalam pendataan berjalan sesuai yang di harapkan.

Kepada segenap Pokja dapat cermat dalam menyimak informasi terkait tentang teknis dan prosedur pemutakhiran data yang dipaparkan oleh narasumber. Mengingat program bantuan pemerintah yang masuk di desa, nantinya pendataan bagi calon penerima bantuan berdasarkan data valid yang di dapat dari hasil pemutakhiran data di desa.

Reni Susilowati menambahkan, untuk menyusun RPJMDes ada berbagai tahapan yang harus dilakukan, mulai dari sosialisasi, pengkajian desa, penyusunan dokumen, hingga penetapan dokumen RPJMDes menjadi Peraturan Desa tentang RPJMDes.

Plt Camat Wonoayu, H. Gundari, S.Sos. M.Si mengatakan, bilamana SDGs berbasis data merupakan sebagai pendataan untuk pembangunan berkelanjutan. Dan perangkat desa memiliki peran penting dalam melaksanaan pendataan ini, agar kedepan akan di dapat data valid. Dan

“Kami berharap kepada tim Pokja yang sudah terbentuk nantinya agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,”pesan Camat.

Kepada masyarakat di minta agar nantinya dapat mendukung tugas tim Pokja, dengan memberikan keterangan yang benar guna meraih data akurat dan valid. Dengan demikian apa yang menjadi program pemerintah pusat dapat tercapai sesuai dengan yang di harapkan.

Plt Camat Wonoayu, H Gundari, S.Sos, M.Si dan Kades Karangpuri, Reni Susilowati memimpin pembentukan RPJMDes untuk pembangunan 6 Tahun kedepan.

H Gundari menjelaskan, RPJMDes adalah rencana pembangunan jangka 6 tahun, sesuai rentang kekuasaan seorang kepala desa untuk sekali masa kekuasaan. Apa saja yang akan dicapai adalah bagaimana mencapai adalah beberapa hal yang harus terjelaskan dalam RPJMDes.

Jangan salah, selain RPJMDes, pemerintahan desa juga harus menyusun Rencana Kerja (Renja) Pembangunan Desa yang berlaku untuk satu tahun. RKP ini tentu saja haruslah sesuai yang ada dalam RPJMDes. RKP Desa disusun dan ditetapkan di tahun berjalan.

RPJMDes memuat visi misi kepala desa dan apa yang akan dikerjakannya selama memimpin desanya. Dalam RPJMDes terdapat arah kebijakan pembangunan desa, rencana kegiatan yang meliputi penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan apa saja kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bakal oleh dilakukan pemerintah desa.

Sementara dalam pemaparannya, Koordinator Pendamping SDGs Desa Kecamtan Wonoayu, Iras Sudarta, mengatakan SDGs Desa merupakan pembumian SDGs dengan menambahkan poin kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif. SDGs dibutuhkan untuk diimplementasikan ke desa, Penerapan SDGs pada satu desa, pada masing-masing desa, menjadi maksimal. Upaya implementasi SDGs dilapangan, SDGs Desa adalah upaya terpadu Pembangunan Desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Iras Sudarta menjelaskan, SDGs Desa bukan pemikiran abstrak, melainkan kongkrit untuk dijalankan di lapangan. Ini ditunjukkan oleh mudahnya pengambilan data lapangan. Kemudian, berbasis data tersebut, terbitlah rekomendasi perbaikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat.

Implementasi rekomendasi berwujud kegiatan-kegiatan pembangunan, yang melibatkan warga desa, sehingga menjadi bukti bahwa SDGs Desa adalah konsep praktis. Pendataan Desa adalah proses penggalian, pengumpulan, pencatatan, verifikasi dan validasi data SDGs Desa, yang memuat data objektif kewilayahan dan kewargaan Desa berupa aset dan potensi aset Desa yang dapat didayagunakan untuk pencapaian tujuan Pembangunan Desa.(ed/dar)