Pemdes Semambung Beri Pembekalan Pokja Relawan SDGs, Implementasi Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Data

Kades Semambung, Naning Andriar, SE memimpin jalannya sosialisasi dan pembekalan Pokja Relawan SDGs.

SIDOARJO – SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

Kegiatan sosialisasi sekaligus pembekalan tim Pokja Relawan Pendataan SDGs yang di laksanakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Semambung, Kecamatan Wonoayu Senin malam (26/4/2021) bertujuan untuk memberikan penguatan baik konseptual maupun substansial terkait SDGs Desa kepada pemerintahan desa, tim pokja relawan pendataan SDGs Desa dan masyarakat umumnya.

Hadir dalam acara tersebut, Camat Wonoayu, BPD, LPMD, Pendamping Desa, RT, RW, Kader PKK Desa, dan warga desa setempat.

Pokja relawan SDGs Desa Semambung diberi pelatihan dan pembekalan.

Kepala Desa (Kades) Semambung, Naning Andriar. SE dalam sambutannya mengatakan, tujuan SDGs desa sebagai implementasi pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Jadi arah kebijakan pembangunan desa sesuai dengan kondisi objektif ke adaan desa.
Ini adalah pembekalan untuk pendataan akhir dari pada program pemerintah Menteri Desa yaitu SGDs 2021 untuk mengisi data SGDs desa membangun, dengan tujuan supaya data masyarakat itu benar-benar sesuai dengan keadaan desa, baik itu dari data kependudukan, Sosial, Budaya dan Ekonomi. Intinya dengan data-data ini menjadi tolak ukur demi kesejahteraan kita kedepan.

Plt Camat Wonoayu, H Gundari, S. Sos. M.Si menyampaikan. pengembangan SDGs Desa sesuai dengan PP No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dalam hal ini SDGs Desa merupakan pembangunan total atas desa, yang aspek pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa.

Upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itu penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasi dan kondisi pada saat ini, Antara lain. Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat sejahtera, Keterlibatan perempuan desa, Desa berenergi bersih dan terbarukan, Pertumbuhan ekonomi desa merata, Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, Desa damai berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, dan
Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Pembekalan Pokja SDGs Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Koirudin Abdillah sebagai salah satu Pendamping Desa Kecamatan Wonoayu menjelaskan, pihak yang terlibat dalam proses pemutakhiran data SDGs Desa ialah Kelompok Kerja Relawan Pendataan Desa, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah daerah provinsi, dan Kementerian Desa, Portable Data Terminal (PDT), dan Transmigrasi.

Koirudin Abdillah menjelaskan, SDGs ini memenuhi kebutuhan akan detil pembangunan yang lebih sesuai dengan kondisi riil dan diterjemahkan sampai level desa menjadi SDGs Desa. Karenanya mendata dari desa, dusun, keluarga dan individu adalah satu-satunya kesempatan untuk memutakhirkan data mikro dengan maksud dan tujuan untuk mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data.

“Diharapkan nantinya Tim Relawan Pendataan SDGs Desa dapat melaksanakan alur tahapan pendataan berbasis Data Desa, Dusun, Kepala Keluarga dan Individu secara maksimal agar didapatkan data yang akurat sebagai dasar bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan prioritas dan berkelanjutan,”tegas Koirudin Abdillah. (ed/dar)