Peningkatan Efektivitas, Efisiensi, Dan Kesehatan Usaha Kelompok Tani Kopi Sumber Kembang Di Masa Pandemi Covid-19

Pelatihan aplikasi keuangan oleh tim pengabdian masyarakat Polije.

JEMBER-WARTANUSA.COM, Politeknik Negeri Jember (Polije) berkontribusi dalam peningkatan perekonomian Usaha Kecil Menengah melalui program pengabdian kepada masyrakat.

Dosen Politeknik Negeri Jember melakukan kewajibannya melalui tridharma perguruan tinggi yang diantaranya adalah pengabdian kepada masyarakat. Polije memberikan dukungan dana dalam kegiatan pengabdian bagi proposal dosen yang menerima hibah. Hal ini dapat membantu UKM yang terdampak pandemi covid-19.

Salah satu proposal yang lolos didanai ialah berjudul Peningkatan Efektivitas, Efisiensi, dan Kesehatan Usaha Kelompok Tani Kopi Sumber Kembang di Masa Pandemi Covid-19.

Pelaksana kegiatan terdiri dari empat orang dosen dan dua orang mahasiswa yaitu Rahma Rina Wijayanti, SE, M.Sc, Ak. (ketua), Oryza Ardhiarisca, SE, S.Si, M.ST (anggota), Ir. Supriyadi (anggota), Rediyanto Putra, SE, M.SA. (anggota), Irene Thia M (mahasiswa) dan Bening Prastika Utami (Mahasiswa).

Tujuan dari dilakukannya program pengabdian ini adalah agar dapat memecahkan masalah dari Kelompok Tani Sumber Kembang yaitu terkait tata  kelola usaha dan kesehatan lingkungan kerja.

Terdapat dua kegiatan dalam pengabdian ini. Kegiatan pertama, tim pelaksana pengabdian menyelesaikan permasalahan mitra yakni  tata kelola keuangan. Kelompok tani sumber kembang masih melakukan pencatatan keuangan secara tradisional. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian ini dilakukan pembuatan aplikasi keuangan dan pelatihan keuangan sehingga kelompok tani dapat melakukan pencatatan yang tersistematik dan dapat dilakukan pengecekan secara berkala.

Kegiatan kedua yakni terkait kesehatan lingkungan kerja melalui pemberian tempat sampah pintar dan tempat cuci tangan beserta dengan pelatihannya. Kelompok tani Sumber Kembang diharapkan memiliki kesadaran terhadap kebersihan diri dan lingkungan kerja serta juga memahami makna warna pada tempat sampah pintar. Tempat sampah berwarna merah untuk bahan berbahaya, warna kuning untuk anorganik, dan warna hijau untuk organik. Selain itu kelompok tani Sumber kembang memahami cara mencuci tangan dengan baik dan benar sehingga kebersihan diri pun dapat tercapai.

Rahma Rina Wijayanti, SE, M. Sc, Ak menyampaikan, “target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah Kelompok Tani Sumber Kembang dapat memiliki peningkatan manajemen usaha serta mampu meningkatan kesadaran kesehatan lingkungan kerja, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih tinggi untuk Kelompok Tani Sumber Kembang”. (dar/nata/red)