Peningkatan Produktivitas dan Manajemen Usaha Kelompok Tani Tembakau Melalui Introduksi Teknologi Tepat Guna di Masa Pandemi Covid-19

Politeknik Negeri Jember merealisasikan bantuan kepada Usaha Kecil Menangah (UKM) kelompok tani tembakau yang terdampak pandemi Covid 19.

JEMBER – WARTANUSA.COM
Politeknik Negeri Jember terus meningkatkan program pengabdian kepada masyarakat. Terutama di saat pandemi saat ini, Polije terus menunjukkan perannya dalam membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Upaya yang dilakukan polije untuk meningkatkan minat dosen dalam melaksanakan program pengabdian adalah melalui pemberian dana hibah PNBP untuk proposal yang telah diseleksi. Salah satu proposal pengabdian masyarakat yang berhasil terseleksi berjudul “Peningkatan Produktivitas dan Manajemen Usaha Kelompok Tani Tembakau Melalui Introduksi Teknologi Tepat Guna di Masa Pandemi”.

Pelaksana kegiatan terdiri dari empat orang dosen dan dua orang mahasiswa yaitu Rahma Rina Wijayanti, SE, M.Sc, Ak (ketua),. Dr. Drs. Sumadi, MM. (anggota), Oryza Ardhiarisca, SE, S.Si, M.ST, (anggota), Rediyanto Putra (anggota) Tim pelaksana tersebut merupakan dosen dari program studi yang terbilang cukup baru di Polije yaitu program studi akuntansi sektor publik.

Tujuan dari dilakukannya program pengabdian ini adalah agar dapat memecahkan masalah dari Kelompok Tani Rukun Makmur yaitu terkait kualitas produksi, manajemen usaha, jangkauan pemasaran, dan kebersihan.

Kualitas teknologi produksi perlu ditingkatkan sehingga kegiatan produksi dapat lebih efektif dan efisien. Kualitas manajemen usaha perlu ditingkatkan sehingga mitra dapat melakukan pembukan secara tepat dan menggunakan aplikasi keuangan dengan benar.

Lingkup pemasaran perlu ditingkatkan pula agar lebih banyak calon konsumen baru yang mengetahui produk mitra dan dapat dilakukan penjualan online, sehingga omset yang dihasilkan setiap bulan juga dapat meningkat.

Dosen dan Mahasiswa sedang memberikan pembinaan kepada kelompok tani tembakau UKM (Usaha Kecil Menengah).

Fasilitas kebersihan perlu ditingkatkan pula agar mitra mampu menjaga diri dan konsumen dari penyebaran wabah Covid 19.

Program pengabdian ini memberikan empat solusi untuk menyelesaikan masalah yang dialami oleh mitra.

Pertama, sistem penanganan produksi untuk meningkatkan ekonomis, efektivitas, dan efisiensi, maka perlu diperbaiki melalui introduksi mesin bajak (cultivator).

Kedua, peningkatan lingkup pemasaran produk agar menjadi lebih luas dan mendapatkan calon konsumen baru melalui paket program pemasaran melalui optimalisasi teknologi informasi (web).

Ketiga, paket pelatihan dan introduksi aplikasi keuangan untuk menciptakan akuntabilitas keuangan yang lebih sistematis, sehingga dapat digunakan sebagai salah syarat pengajuan kredit usaha.

Keempat, peningkatan kesehatan dan keseterilan di tempat usaha mitra agar terhindar dari penyebaran COVID-19 melalui sosialisasi dan paket teknologi kesehatan seperti tempat cuci tangan portabel

Rahma Rina Wijayanti, SE, M.Sc., Ak. menuturkan, target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah Kelompok Tani Rukun Makmur dapat memiliki peningkatan kualitas produksi dan peningkatan manajemen usaha. “Sehingga mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih tinggi,”pungkas Rahma. (adv/dar)