Pilkades Serentak Ditunda Lagi Usai Pilkada, Menyusul Turunnya SK Mendagri

SIDOARJO – WARTANUSA, Sejatinya, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Sidoarjo ditetapkan 20 September, dibatalkan. Menyusul turunnya Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menunda Pilkades usai Pilkada.

Tertuang dalam surat Mendagri bernomor 141/4528/SJ yang ditandatangani Senin, 10 Agustus 2020 diperintahkan pada Gubernur untuk menunda semua rencana Pilkades dan penggantian Kepala Desa Antar Waktu (PAW) selesainya Pilkada 9 Desember 2020.

Dalam surat Mendagri, tidak diuraikan penyebab di undurnya pilkades serentak. Hanya diperintahkan saja pada pihak-pihak yang terkait dengan agenda tersebut untuk menjaga stabilitas dan kondusiitas keamanan di wilayah masing-masing.

Sementara itu saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/08/2020) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo, Fredik Suharto, S.Sos membenarkan turunnya surat keputusan terbaru dari Mendagri tersebut.

Ia pun memastikan pihaknya akan mematuhi perintah tersebut. Dan itu berarti rencana penetapan pelaksanaan Pilkades 20 September 2020 tersebut ditunda hingga ada keputusan terbaru terkait hal itu.

“Diantara panitia Pilkades ini ada juga Tim Gugus  Covid19 mulai Forpimda sampai dengan Presiden. Jadi kita patuhilah,”ungkap mantan Camat Waru ini.

Lebih lanjut mantan Camat Prambon ini juga menambahkan perintah baru dari pusat itu telah ia sosialisasikan ke semua aparatur di tingkat kecamatan maupun desa.
“Khususnya 175 desa yang akan menggelar Pilkades tahun ini. Ini saya sedang sosialisasi di kecamatan Porong. Penyelenggaranya Satpol PP, saya diundang sebagai narasumbernya,”pungkasnya. (dar)