Polije Gencarkan Pengabdian Masyarakat, Tingkatkan Kualitas Usaha & Kesadaran Kesehatan Lingkungan Kerja Terhadap Kelompok Tani Tembakau dimasa Pandemi Covid-19

Tim Pengabdian Masyarakat “Peningkatan Kualitas Usaha dan Kesadaran Kesehatan Lingkungan Kerja Kelompok Tani Tembakau Rukun Makmur pada Pandemi Covid-19”.

JEMBER – WARTANUSA.COM, Politeknik Negeri Jember (Polije) terus meningkatkan program pengabdian kepada masyarakat.  Terutama di saat pandemi saat ini, Polije terus menunjukkan perannya dalam membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terdampak pandemi Covid-19.

Upaya yang dilakukan polije untuk meningkatkan minat dosen dalam melaksanakan program pengabdian adalah melalui pemberian dana hibah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk proposal yang telah diseleksi. Salah satu proposal pengabdian masyarakat yang berhasil terseleksi yakni berjudul “Peningkatan Kualitas Usaha dan Kesadaran Kesehatan Lingkungan Kerja Kelompok Tani Tembakau Rukun Makmur pada Pandemi Covid-19”.

Pelaksana kegiatan pengabdian ini terdiri dari lima orang dosen dan dua orang mahasiswa yaitu Oryza Ardhiarisca, SE, S.Si, M.ST (ketua), Rahma Rina Wijayanti, SE, M.Sc, Ak. (anggota), Datik Lestari, SP, M.Si. (anggota), Rediyanto Putra (anggota), Nur Faizin (anggota), Hisyam Fadlulloh (mahasiswa) dan Nurdiana (Mahasiswa).

Tujuan dari dilakukannya program pengabdian ini adalah agar dapat memecahkan masalah dari Kelompok Tani Rukun Makmur yaitu terkait teknologi produksi, tata  kelola usaha dan kesehatan lingkungan kerja.

Pelatihan aplikasi harga pokok industri.

Kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi tiga tahapan pelaksanaan. Tahapan pertama, tim pelaksana pengabdian memberikan solusi terkait teknologi produksi di Kelompok tani Rukun Makmur. Teknologi produksi perlu ditingkatkan melalui pemberian mesin pompa air irigasi sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi petani tembakau.

Tahapan kedua, yakni tentang tata kelola usaha. Tata kelola usaha melalui pembuatan dan pelatihan aplikasi harga pokok produksi. Dengan adanya aplikasi tersebut, kelompok tani rukun makmur dapat mengetahui harga pokok produksi secara presisi sehingga akan berdampak pada keakuratan informasi terkait laba dari usaha kelompok tani tersebut.

Tahapan ketiga, adalah tentang kesehatan lingkungan kerja. Kelompok Tani Rukun Makmur diberikan fasilitas tempat sampah pintar yang juga diikuti dengan diberikannya pelatihan terkait penggunaan tempat sampah tersebut. Tempat sampah tersebut terdiri dari tiga warna yakni merah, kuning, dan hijau. Pada kegiatan pelatihan tersebut diinformasikan mengenai makna dari ketiga warna tersebut yakni tempat sampah berwarna merah untuk sampah berbahaya, tempat sampah kuning untuk sampah anorganik, dan tempat sampah hijau untuk sampah organik.

“Target yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah Kelompok Tani Rukun Makmur dapat memiliki peningkatan kualitas produksi dan peningkatan manajemen usaha serta mampu meningkatan kesadaran kesehatan lingkungan kerja, sehingga mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih tinggi untuk Kelompok Tani Rukun Makmur,” ujar Oryza Ardhiarisca, SE, S.Si, M.ST selaku ketua. (dar/nata/red)